Sumber Gambar: Goal.com

Bekas pengendali Kelantan dan Terengganu, Peter Butler menjadi mangsa terbaru kekerasan Liga 1 Indonesia apabila beliau dipukul oleh pemain dan pegawai Barito Putera setelah perlawanan pasukan beliau, PSMS Medan dengan Barito yang berakhir dengan keputusan 3-3.

Apabila pengadil meniupkan wisel penamat, Butler kemudiannya menghampiri pengadil, Nendi Rohaendi kerana mahu mengucapkan tahniah diatas kecekapan beliau dalam mengawal perlawanan yang berada dalam keadaan tegang.

Secara tiba-tiba, pegawai Barito Putera menumbuk Butler dan perkara ini menimbulkan kekecohan sehingga pemain Barito turut terlibat.

Butler nyata kesal dengan tindakan pegawai dan pemain Barito dan menyifatkan mereka sebagai “Binatang liar”. Beliau pernah berada dalam situasi yang tegang setelah 30 tahun bergelar sebagai jurulatih namun beliau menjelaskan tidak pernah dipukul.

Butler turut mengucapkan terima kasih kepada pihak tentera yang melindungi serta membawa beliau keluar daripada kekecohan tersebut.

Berikut adalah kejadian penuh dimana Peter Butler dipukul:

Pihak Barito Putera menerusi penolong pengurus pasukan, Syarifuddin Ardasa kemudiannya menafikan Butler dipukul malah mereka menuduh Butler yang memulakan provokasi dengan menolak salah satu pegawai pasukan, Yunan Helmi. Setelah menafikan, Barito Putera kemudiannya meminta maaf kepada Butler di atas insiden yang berlaku.

View this post on Instagram

[News Update] BARITO PUTERA KLARIFIKASI PERNYATAAN BUTTLER MANAJEMEN Barito Putera menyampaikan permohonan maafnya kepada pelatih dan tim PSMS Medan atas terjadinya insiden usai pertandingan di Stadion 17 Mei Banjarmasin. "Dalam kesempatan ini kami secara resmi meminta maaf kepada manajemen dan pelatih PSMS Medan atas insiden yang terjadi," kata Asisten Manajer Barito Putera Syarifuddin Ardasa didampingi Asisten Pelatih Yunan Helmi dan Media Officer Verdy Hendratmoko saat menggelar konferensi pers di Banjarmasin, Senin (8/10) malam. _ Konferensi pers ini berkaitan dengan pemberitaan di media pasca insiden yang terjadi usai laga Barito vs PSMS Medan. "Pasca kejadian kemarin ada beberapa yang harus kami luruskan. Pada saat kawan-kawan media memberitakan hanya sepotong-sepotong, maka fakta tersebut menjadi tidak terurai dan sempurna. Berkaca pada kejadian tersebut, harusnya dilihat dari awal. Yang lebih dahulu melakukan provokasi adalah Peter Buttler, karena ia melakukan gestur mendorong dan sikutnya naik ke dagu coach Yunan di saat dia sedang mempertanyakan kinerja wasit. Tindakan itulah yang membuat ada reaksi karena menganggap Peter Buttler memukul Yunan Helmi. Tetapi sekali lagi kami hanya meluruskan faktanya sehingga terjadi kerumunan dan adu dorong. Saya pribadi tidak melihat adanya pemukulan saat itu, tetapi juga tidak bisa memastikan apakah ada yang dipukul atau tidaknya, karena memang pandangan saya terhalang kerumunan petugas keamanan," kata Asisten Manajer Barito, Syarifuddin Ardasa. _ Lebih lanjut, manajemen berencana akan mengirimkan klarifikasi kepada PSSI terkait kejadian yang sebenarnya, dan disertai bukti-bukti yang ada. "Ini harus diluruskan. Kami punya foto-foto kronologi saat Butler mendatangi official Barito yang sedang mempertanyakan wasit, lantas dia datang dan melakukan aksi dorongan ke arah dagu Yunan," tambahnya. _ (lanjut kolom komentar)

A post shared by PS.BARITO PUTERA (@psbaritoputeraofficial) on

Apa yang pasti, bola sepak Indonesia perlu segera bangkit daripada episod hitam iaitu kekecohan di kalangan penonton dan juga pegawai bagi mengelakkan satu lagi nyawa melayang dek kerana tindakan melulu mereka.

Baca Juga: Liga 1 Indonesia Dihentikan Selama Dua Minggu

Leave a Reply